Kebohongan Bisnis MLM

Kebohongan Besar Multi Level Marketing

Bisnis MLM berkembang dan perusahan-perusahaan MLM bermunculan.Kegiatan penarikan member ada di mana-mana. Akibatnya, seolah-olah bisnis MLM ini adalah gelombang bisnis masa depan, model bisnis seperti ini mendapatkan momentum, semakin banyak diterima dan diakui secara ilegal, dan bagaimana yang digembar-gemborkan oleh para penggagasnya, MLM akan mengganti sebagian besar model pemasaran dan penjualan dengan jenis yang lain. Banyak orang yang menjadi percaya dengan pengakuan bahwa kalau keberhasilan dapat diperoleh siapa saja dengan cara setia mengikuti sistem ini dan memahami metode-metodenya, dan bahwa pada akhirnya semua orang pasti akan menjadi distributor MLM.

Legalitas sistem MLM hanya didasarkan sebuah keputusan untuk satu perusahaan. Petunjuk pelaksanaan dengan cara legal yang dikemukakan dalam keputusan tersebut secara terus-terusan diabaikan oleh para pelaku industri MLM. Kurangnya aturan atau pemantauan oleh pihak yang berwenang juga menjadi sebab industri ini tetap bertahan walaupun ada tuntutan dari Jaksa Agung negara bagian maupun Komisi Perdagangan Federal.

Prestasi ekonomi MLM pasti selalu ditandai dengan adanya angka kegagalan yang sangat tinggi dan kerugian finansial bagi banyak orang.

Struktur MLM, di mana posisi rantai penjualan yang tak tercapai dengan cara penjualan atau membeli barang, secara sistematis tidak bisa dipertahankan lagi. begitu Juga, system MLM yang memungkinkan distributor dalam jumlah yang tak terbatas dalam suatu kawasan pemasaran yang jelas-jelas sangat tidak stabil. Bisnis inti MLM, yaitu penjualanan langsung, berlawanan dengan trend dalam teknologi berkomunikasi yaitu distribusi cost-effective (berbiaya rendah), dan ketertarikan pembeli pada konsumen. Kegiatan penjualanan ini dalam MLM pada nyatanya merupakan tipuan dari bisnis utamanya, yaitu menarik pemilik investor ke dalam organisasi pyramid yang menjanjikan pertumbuhan pendapatan yang berlipat-ganda.